ASPIRASI / INSPIRASI

Ilmu Massa, Turath, Sejarah. Analisa Kajian Budaya Pemikir. Peradaban Insani Kalbu Akal Mencerah. Hakikat Amal Zikir Dan Fikir. Ilmu, Amal, Hikmah Menjana Pencerahan. Ulul-Albab Rausyanfikir Irfan Bistari. Tautan Mahabbah Mursyid Bimbingan. Alam Melayu Alam Islami Tamadun Melayu Peradaban Islami. Rihlah Ilmiah Menjana Pencerahan Pemikiran, Kefahaman & Ketamadunan (Ilmu,Amal,Hikmah & Mahabbah) - Inspirasi: Rizhan el-Rodi

: Zikr


Zikir ini terbahagi kepada 2 : -Pertama Zikir2 yang biasa diamalkan yang diambil dari sesiapa saja ia di sebut sebagai zikir HASANAH untuk kebaikan yang kita tuntut diakhirat ia seperti kita menabung wang. -Kedua Zikir2 yang diamalkan secara khusus yang mempunyai pertalian/silsilah yang dizinkan daripada Rasullullah s.a.w. melalui Wali2 Allah .Insyallah..Allah bukakan hati kita untuk mendapatkan kedatangan NUR DI HATI kita...ia seperti cek yang boleh menukarkan wang.Secara langsung kita telah mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah s.w.t sebagaimana firmannya :“Berdzikirlah sebanyak-banyaknya” Apakah maksud ZIKIR? contoh mudah...Sekiranya saya bertanya siapakah kamu? pastinya menjawab AHMAD...siapakah nama ayah kamu? kamu akan jawap si fulan...siapakah datuk kamu? jawabnya si fulan....ok...Bila ditanya siapakah nama TUHAN-MU....pastinya anda sebut ALLAH ! ini bermakna zikir adalah menyebut nama ALLAH. “Hanya dengan dzikir, hati menjadi tenang” Jaminan yang maha mulia, Allah Swt. Para2 Wali Allah dzikir adalah rutin sehari-hari… bahkan merupakan santapan rohani terpokok bagi seluruh kaum sufi. Dzikir tersebut dilakukan sendiri-sendiri sesuai tingkatan masing-masing dan sesuai resapan dari guru (syeikh) yang membimbing perjalanan spiritual murid kepada Allah dan Rasul-Nya Saw. dengan restu dan izin dari Allah Swt. Dzikir dengan lafaz “Allah” merupakan dzikir yang sesungguhnya. Allah Swt. berfirman : " واذكر اسم ربك وتبتل إليه تبتيلا " “Sebutlah nama Tuhanmu (Allah) dengan penuh ketekunan”. Allah juga berfirman : " قد أفلح من تزكى وذكر اسم ربه فصلى " “Beruntunglah yang mensucikan hatinya dan menyebut nama Tuhannya (Allah) lalu berselawat kepada Rasul Saw.”. Allah juga berfirman : " قل الله ثم ذرهم في خوضهم يلعبون " “Ucapkanlah “Allah” lalu biarkan mereka bermain-main dalam kesesatan”. Rasulullah Saw. bersabda: “Tidaklah kiamat tiba selama masih ada yang menyebut: “Allah... Allah…””. Allah berfirman: “Hanya dengan dzikir, hati menjadi tenang”, Allah juga berperintah: “Berdzikirlah sebanyak-banyaknya”. Apakah dzikir itu? Allah memberi solusi dan jawapan: “Bertanyalah kepada ahli dzikir”… “Sebutlah nama Tuhanmu (Allah)”. Apakah solat, baca Qur’an, tasbih, takbir, tahlil dan semua ibadah maupun amalan yang lain adalah dzikir? yang dapat menenangkan hati? yang harus dilakukan sebanyak-banyaknya sebagaimana perintah Allah? Jawapannya adalah: Tidak ! Memang semua ibadah, dan semua amalan termasuk kategori dzikir, dan mengandung dzikir… namun semuanya mempunyai nama tersendiri… sebagaimana semua makanan mengandung air namun tentu ada air yang mutlak… air teh pun merupakan air tapi beza dengan air yang mutlak… Allah berfirman: “Makanlah dan minumlah” padahal setiap makanan sudah pasti mengandung minuman (air) tapi Allah menyuruh minum sebab ada air mutlak yang harus selalu dikonsumsi sebab amat diperlukan. Begitu pula dengan dzikir, semua ibadah mengandung dzikir, namun ada yang disebut dengan dzikir mutlak… semua ibadah (dzikir) harus dikerjakan, namun jangan lupa dzikir yang mutlak (yang hakiki)… yang satu-satunya dapat menenangkan hati… yang harus dikerjakan sebanyak-banyaknya… Dzikir adalah ibadah independent, beza dengan ibadah-ibadah yang lain !! Apakah membaca al-Qur’an adalah dzikir? Allah berfirman : " فاقرؤوا ما تيسر من القرآن " “Bacalah al-Qur’an secukupnya saja… sekadar saja” sementara Allah juga berfirman: " اذكروا الله ذكرا كثيرا " “Berdzikirlah sebanyak-banyaknya”. Jika dzikir adalah membaca Qur’an, lalu bagaimana dengan dua ayat di atas? yang pertama menyuruh secukupnya saja (jangan banyak-banyak)… yang kedua menyuruh sebanyak-banyaknya !!! Allah berfirman : " إنما المؤمنون الذين إذا ذكر الله وجلت قلوبهم وإذا تليت عليهم آياته زادتهم إيمانا " “Orang-orang mukmin adalah yang hati mereka gemetar dengan dzikir dan iman mereka bertambah dengan bacaan Qur’an” maka dzikir beda dengan membaca al-Qur’an. Jika seseorang mengatakan : زيد ذو مال Si Zaid mempunyai duit. Apakah si Zaid adalah duit? Tentu tidak. Allah berfirman : " والقرآن ذي الذكر " “Demi al-Qur’an yang mempunyai (mengandung) dzikir” Apakah al-Qur’an adalah dzikir? Apakah solat dan zakat adalah dzikir? Allah berfirman : " رجال لا تلهيهم تجارة ولا بيع عن ذكر الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة " “Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari dzikir, solat, dan zakat” Jika dzikir adalah solat atau zakat, tidaklah perlu disebut (ulang) dalam ayat tersebut… cukup dengan menyebut dzikir saja !! Allah juga berfirman : " فإذا قضيتم الصلاة فاذكروا الله " “Apabila kamu telah melaksanakan solat, maka berdzikirlah” Berarti dzikir beda dengan solat. Allah juga berfirman : " اذكروا الله قياما وقعودا وعلى جنوبكم فإذا اطمأننتم فأقيموا الصلاة " “Berdzikirlah secara berdiri, duduk dan berbaring, kalau sudah tenang maka dirikanlah solat” Sekali lagi menunjukkan bahwa solat bukanlah dzikir… solat beda dengan dzikir !! Allah juga berfirman : " فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله " “Apabila solat telah dilakukan, maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah kurniaan Allah, lalu berdzikirlah” Apakah ibadah haji adalah dzikir? Allah berfirman : " فإذا قضيتم مناسككم فاذكروا الله " “Apabila kamu telah melakukan ibadah hajimu maka berdzikirlah” Bererti ibadah dzikir beza dengan ibadah haji !! Apakah tasbih (Subhanallah) adalah dzikir? Allah berfirman : " واذكر ربك كثيرا وسبح بالعشي والإبكار " “Berdzikirlah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah pagi dan petang” Berarti tasbih beda dengan dzikir !! Apakah istighfar adalah dzikir? Allah berfirman : " والذين إذا فعلوا فاحشة أو ظلموا أنفسهم ذكروا الله فاستغفروا لذنوبهم " “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera berdzikir, lalu beristighfar” Berarti istighfar pun beza dengan dzikir !! Solat adalah solat… zakat adalah zakat… semua ibadah punya nama sendiri… istighfar adalah Astaghfirullah… tasbih adalah Subhanallah… hauqalah adalah La hawla wala quwwata illa billah… takbir adalah Allahu akbar… ta’awwudz atau isti’adzah adalah A’udzu billah… hamdalah atau tahmid adalah Alhamdulillah… tahlil adalah la ilaha illallah… semua punya nama sendiri-sendiri… dan semua mangandung dzikir… sebagaimana semua makanan mengandung minuman (air)… Lalu apakah dzikir itu ?? yang mutlak? yang sesungguhnya? yang hakiki? yang satu-satunya dapat menenangkan hati? Dzikir adalah “Allah”… mengucap / menyebut / melafazkan nama “Allah” sebanyak-banyaknya “Dzikran katsira”. Teh, kopi, susu dan lain-lain adalah air, namun beda dengan air yang mutlak (air jernih)… semua baik, tapi air putih yang jernih lebih diperlukan. Semua ibadah adalah dzikir dan mengandung dzikir… dan semuanya baik… tapi ada dzikir mutlak yang juga sangat diperlukan. Lalu bagaimana denga Asma’ Husna? Apakah ya Rahman, ya Rahim, ya Quddus dan seterusnya adalah dzikir? Allah berfirman : " ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها " “Allah mempunyai Asma’ Husna, berdo’alah dengan Asma’ Husna itu” berarti itu bukan dzikir, akan tetapi ia adalah do’a !! Dan lebih tepat lagi ayat di atas diartikan dengan: Panggillah Allah dengan Asma' Husna-Nya[nama2nya yang baik]. Kesimpulannya adalah: Berdzikir dengan mengucap / menyebut / melafazkan nama “Allah” sebanyak-banyaknya adalah bukan hanya boleh, tapi wajib kerana merupakan perintah langsung dari Allah Swt. sebagai saranan terpenting menuju dzikir qolbu[zikir hati] dan ketenangan jiwa. Hanya saja harus melalui izin dan bimbingan seorang syeikh (wali mursyid) kerana Allah berfirman: “Fas’alu ahladzdzikri”… Orang yang tidak berdzikir disebut Ghafil (lalai), walau ia rajin solat, baca Qur’an dan puasa… sebab ia kehilangan satu pekerjaan yang sangat urgent iaitu dzikir… Allah berkali-kali mengulang: “Berdzikirlah sebanyak-banyaknya”… dalam al-Qur’an pun setiap perintah untuk suatu ibadah, pasti disertai dengan perintah untuk berdzikir… sebagaimana yang tertera di atas… “Setelah solat, berdzikirlah”… “Setelah haji, berdzikirlah”… dan seterusnya… Ertinya: Apapun ibadah yang dilakukan, jangan sampai lupa dzikir !! dzikir lebih penting !! dzikir adalah kunci segalanya !! harus dilakukan sebanyak-banyaknya !! yang lain tidak ada perintah untuk sebanyak-banyaknya !! Untuk diketahui bahwasanya ibadah yang pertama kali diwajibkan dalam Islam setelah mengucap dua kalimat syahadat adalah: Dzikir… dalilnya firman Allah : " واذكر اسم ربك وتبتل إليه تبتيلا " Ayat di atas turun jauh sebelum diwajibkannya solat, puasa, zakat, haji dan ibadah-ibadah lain. Lalu mengapa dzikir tidak termasuk rukun islam padahal ia sangat penting? Sebenarnya sudah masuk (tersirat) dalam rukun pertama… Asyhadu alla ilaha illallah (dzikir)… Wa asyhadu anna Sayyidana Muhammadan Rasulullah (selawat). Allah berfirman : " قد أفلح من تزكى وذكر اسم ربه فصلى " “Beruntunglah yang mengucapkan dua kalimat syahadat… lalu berdzikir dan berselawat”. " يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما " Satu pertanyaan terakhir: Bila dzikir itu adalah mengucap nama “Allah” lalu bagaimana dengan hadits : " أفضل الذكر لا إله إلا الله " “Sebaik-baik dzikir adalah La ilaha illallah” ?? Jawapannya adalah: Hadits tersebut telah dinasakh dengan ayat : " إليه يصعد الكلم الطيب " Kemudian Rasul pun bersabda : " أفضل ما قلته أنا والنبيون من قبلي لا إله إلا الله " Sehingga La ilaha illallah yang mulanya sebagai Afdlaludzdzikr (sebaik-baik dzikir) berubah menjadi Afdlalul-Qaul (sebaik-baik perkataan). Rasul tidak mengatakan: Afdlalu ma dzakartu bihi…[sebaik-baik menyebut dengannya] akan tetapi “Afdlalu ma qultuhu”.[Sebaik-baik apa yg dikatakan].

oleh: abnaa'